Orang itu hidup kalo dia melewati masalah. TIdak ada sedikitpun orang yang hidup tanpa mendapat masalah. Lha wong nabi saja dapet, apalagi manusia biasa. Tentu masalah itu akan disesuaikan ma yang punya hidup. Sesuai kodrat dan kemampuan masing-masing.
Dalam beberapa kasus bisa dicontohkan masalah akan naik bertingkat dari jaman TK, sampai Dewasa. Contoh kalo masalah jaman TK adalah saya ga boleh maen ma temen, atau uang jajan kurang. Naik ke SD masalah masih sama, cuma di tambah ga bisa ngerjain PR. Masalah ketika SMP pun makin kompleks, ud kenal cewek tapi ga berani nembak (padahal yang laen ud pada jadian, apalagi anak sekarang :p) SMA akan lebih kompleks lagi.. Masalah ma temen lah, organisasi lah.. begitu dewasa akan berlanjut ke masalah ma kerjaan dsb.
ok kembali ke permasalah semula, semua itu dikarenakan manusia punya keinginan.. saya lebih suka menyebut itu sebagai mimpi.
Mimpi manusia itu merupakan refleksi dari keinginan manusia itu sendiri. Ok, mimpi merupakan penuntun tujuan setiap kegiatan manusia (menurut saya lo). Proses menuju mimpi akan dicapai dengan suatu kondisi tertentu.. kenginginan untuk mencapai kondisi tertentu kalo saya lebih suka menyebut obsesi… karena apa? Obsesi merupakan jalan mewujudkan mimpi yang ada. bagai mana mencapai obsesi tersebut? Kalau saya lebih mengandalkan imajinasi. Kenapa? karena kondisi yang ada sangatlah dinamis. Setiap pemikiran rasional dalam buku, akan berujung pada kebuntuan di lapangan. Nah diperlukan adanya imajinasi untuk mencari solusi-solusi (karena harus lebih dari satu) sehingga tercapai tujuan. Yang perlu diperhatikan adalah, imajinasi kita harus berdasar pada norma, sehingga tidak merugikan pihak lain.
yooo… waktunya saya berimajinasi untuk mencapai obsesi saya, agar mimpi saya bisa tercapai
-gunung sahari
Filed under: Tak terkategori






